Kamis, 09 April 2020

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan

  Menurut Peter Berger sosiologi adalah Ilmu yang mengenai hubungan  antara  masyarakat  dan  individu  dan  menurut  Soerjono  Soekanto  sosiologi adalah Ilmu yang memusatkan perhatian segi kemasyarakatan  yang bersifat umum dan pola‐pola umum darinya. Jadi sosiologi adalah  ilmu  pengetahuan  yang  mempelajari  masyarakat  secara  keseluruhan,  yakni hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok  dan kelompok dengan kelompok. 

Sifat Ilmu  Sosiologi 

Empiris:  Sosiologi  didasarkan  pada  pengalaman‐pengalaman  dan  pengamatan dari kehidupan nyata yang bersifat rasional. 


Teoritis: Ilmu yang menggunakan teori, yang diperoleh dari hasil observasi dan dijelaskan dengan pola hubungan sebab akibat.


Kumulatif: teori‐teori sosiologi dibentuk atas dasar teori‐teori yang sudah  ada dalam arti memperbaiki, memperluas serta memperhalus teori‐teori  lama. 

Non‐etis: berarti dalam melihat suatu fakta, sosiologi tidak menilai sesuatu  dari keburukan atau kebaikanya.



Objek sosiologi terbagi menjadi dua macam, yaitu objek material dan objek formal.

Objek material sosiologi adalah segala hal yang mempengaruhi kehidupan sosial manusia seperti gejala-gejala sosial dan proses hubungan antarmanusia. Dalam arti lain, objek material Sosiologi merupakan hal-hal yang terjadi dalam masyarakat. Objek formal sosiologi adalah proses yang lahir dari hubungan manusia sebagai anggota masyarakat yang ditekankan pada pemahaman bahwa manusia adalah makhluk sosial. Dalam arti lain, objek kajian Sosiologi berfokus pada aktor sosial, yaitu masyarakat itu sendiri.


Peran sosiolog sebagai peneliti
Sosiolog bertugas melakukan penelitian ilmiah yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pihak-pihak yang berwenang. Misalnya, laporan penelitian yang ditulis oleh sosiolog tentang desentralisasi pembangunan sebagai upaya mengurangi kesenjangan sosial antara masyarakat kota dan desa. Ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan berdasarkan hasil laporan penelitian tersebut dan kemudian angka kesenjangan sosial menurun, maka sosiolog tersebut telah berkontribusi melalui penelitiannya.

Peran sosiolog sebagai pendidik
Sosiolog berdiri di depan kelas mengajar para siswa dan mahasiswa tentang materi-materi yang berkaitan dengan sosiologi. Peran sebagai pendidik juga bisa dilakukan dengan bimbingan ketika kulian lapangan, penelitian atau tugas akhir anak didik. Peran sosiolog sebagai pendidik tentu tidak sekadar menyampaikan bahan ajar, melainkan juga memberi contoh melalui kehidupannya sebagai seorang manusia.

Peran sosiolog sebagai konsultan
Sosiolog yang berperan sebagai konsultan bertugas mengarahkan, memandu, dan memberi nasehat pada para eksekutor. Eksekutor ini bisa siapa saja yang memiliki kewenangan. Sebagai contoh, pengusaha kelapa sawit ingin merelokasi sebagain warga ke tempat lain secara layak karena kampungnya akan dibeli untuk industri sawit. Sosiolog sebagai konsultan dapat mengarahkan pengusaha tersebut untuk melakukanya atau tidak melakukannya. Jika melakukan relokasi, bagaimana caranya dan apa saja resiko yang siap ditanggung.

Peran sosiolog sebagai teknisi
Peran sosiolog sebagai teknisi artinya sebagai pelaksana kebijakan. Pelaksanan tersebut tentu saja dilakukakan sesuai keahliannya. Misalnya, pemerintah memiliki program transmigrasi dalam rangka menunjang pemerataan pembangunan dan mengurangi angka kemiskinan di desa. Sosiolog yang berperan sebagai teknisi diberi tugas melakukan sosialisasi program agar calon transmigran paham dan merasa logowo pindah rumah. Peran tersebut dimainkan sebagai bagian dari eksekusi kebijakan.